First Wisdom " Water " 1
Bersihkan isi pikiranmu untuk memberi tempat bagi kreativitas baru untk bisa segera mengisi ruang yang telah kosong tadi.
Second Wisdom " Leaf " 2
Rahasia untuk bisa terus menikmati kesehatan jasmani dan rohani adalah dengan tidak menangisi masa lalu, tidak menghawatirkan masa depan, tetapi sepenuhnya menikmati hidup di saat ini dengan bijaksana dan penuh rasa syukur.Buddha.
Tampilkan postingan dengan label Vaksin Meningitis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vaksin Meningitis. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 Juli 2010
Jadwal Penyuntikan Vaksin Meningitis Calhaj Pertengahan September
Jakarta (Pinmas)--Penyuntikan vaksin meningitis kepada calon jamaah haji molor. Pada awalnya penyuntikan akan dilakukan pada awal Agustus, namun kini diundur menjadi pertengahan September.
Hal itu terjadi karena pengadaan vaksin halal yang tidak tepat waktu. ``Penyuntikan dilakukan sesudah lebaran,`` ujar Menteri Kesehatan (Menkes), Endang Rahayu Sedyaningsih, usai penandatanganan MoU antara Kementerian Kesehatan dan Kejaksaan Negeri di Jakarta, Selasa (28/7).
Dia beralasan, jika penyuntikan dilakukan pada Bulan Ramadhan sulit untuk direalisasikan. ``Kalau puasa mungkin orang akan malas untuk disuntik,`` katanya.
Sampai saat ini, pihaknya memang belum menunjuk vaksin yang akan disuntikkan kepada 211 ribu jamaah haji Indonesia. ``Dalam minggu ini akan kita putuskan,`` ucap Menkes.
Penunjukan vaksin itu masih menunggu hasil evaluasi terhadap khasiat, mutu, dan keamanan vaksin oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).(Rep/ts)
Hal itu terjadi karena pengadaan vaksin halal yang tidak tepat waktu. ``Penyuntikan dilakukan sesudah lebaran,`` ujar Menteri Kesehatan (Menkes), Endang Rahayu Sedyaningsih, usai penandatanganan MoU antara Kementerian Kesehatan dan Kejaksaan Negeri di Jakarta, Selasa (28/7).
Dia beralasan, jika penyuntikan dilakukan pada Bulan Ramadhan sulit untuk direalisasikan. ``Kalau puasa mungkin orang akan malas untuk disuntik,`` katanya.
Sampai saat ini, pihaknya memang belum menunjuk vaksin yang akan disuntikkan kepada 211 ribu jamaah haji Indonesia. ``Dalam minggu ini akan kita putuskan,`` ucap Menkes.
Penunjukan vaksin itu masih menunggu hasil evaluasi terhadap khasiat, mutu, dan keamanan vaksin oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).(Rep/ts)
Selasa, 20 Juli 2010
Pemerintah Putuskan gunakan Vaksin GSK, untuk Jama'ah Haji 2010
JAKARTA–Pemerintah telah memutuskan penggunaan vaksin meningitis untuk para calon jamaah haji. Hal itu diputuskan setelah tender pengadaan vaksin dimenangkan oleh PT Biofarma. Dari persyaratan yang telah ditetapkan, hanya produsen vaksin asal Belgia, Glaxosmithkline (GSK), yang sesuai.
Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan (Binfar Alkes) Kemenkes, Sri Indrawati mengatakan, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Mengenai mutu, dan keamanan menjadi pertimbangan Kemenkes. Selain itu, hingga saat ini hanya GSK yang terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Proses tender, kata Sri, tidak berlangsung lama. “Kita sudah melakukan tender secara terbuka, tapi hanya ada satu peserta,” ujarnya ketika dihubungi Republika, Kamis (15/7).
Akhirnya, pihaknya melakukan penunjukan langsung kepada Biofarma sebagai peserta tunggal proses tender. Penunjukan langsung ini bukanlah yang pertama. Pada dua kali tender sebelumnya, pihaknya juga melakukan penunjukan langsung. Hal itu dilaksanakan atas usulan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LPPK).
Mengenai fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap vaksin meningitis produksi GSK, pihaknya juga mengaku kesulitan. “Kita menghadapi dilema, di satu sisi itu haram, di sisi lain kalau tidak disuntik vaksin jamaah haji kita tidak boleh berangkat,” bebernya.
Jika harus menunggu fatwa baru dari MUI, pihaknya mengaku kerepotan. Ditambah, produsen vaksin tidak bisa menyediakan stok vaksin yang banyak dalam waktu singkat.
Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Wan Alkadri mengatakan, saat ini terdapat tiga produsen vaksin meningitis yang ada di Indonesia. Yakni, Novartis dari Italia, Tian Yuan dari Cina, dan GSK. Novartis dan Tian Yuan sampai saat ini masih dalam proses pendaftaran di BPOM dan juga pengkajian oleh MUI.
Pihaknya tidak yakin keduanya dapat menyelesaikan proses pendaftaran di BPOM dapat selesai dalam waktu dekat. Oleh karena itu, pihaknya memilih vaksin dari GSK.
Lebih lanjut Wan menuturkan, penyuntikan vaksin produksi GSK akan dimulai pada awal Agustus. “Saat ini kita sudah mulai mendistribusikan ke daerah-daerah yang jumlah jamaahnya sedikit,” paparnya.
Dia mengharapkan, proses penyuntikan vaksin akan selesai pada akhir September. Hal itu terkait dengan jadwal pemberangkatan jamaah haji yang dilakukan pada 14 Oktober.
Pada tahun ini, total Kemenkes membutuhkan sebanyak 230 ribu dosis vaksin meningitis. Vaksin-vaksin itu akan disuntikkan kepada 211 ribu calon jamaah haji.
Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan (Binfar Alkes) Kemenkes, Sri Indrawati mengatakan, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Mengenai mutu, dan keamanan menjadi pertimbangan Kemenkes. Selain itu, hingga saat ini hanya GSK yang terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Proses tender, kata Sri, tidak berlangsung lama. “Kita sudah melakukan tender secara terbuka, tapi hanya ada satu peserta,” ujarnya ketika dihubungi Republika, Kamis (15/7).
Akhirnya, pihaknya melakukan penunjukan langsung kepada Biofarma sebagai peserta tunggal proses tender. Penunjukan langsung ini bukanlah yang pertama. Pada dua kali tender sebelumnya, pihaknya juga melakukan penunjukan langsung. Hal itu dilaksanakan atas usulan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LPPK).
Mengenai fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap vaksin meningitis produksi GSK, pihaknya juga mengaku kesulitan. “Kita menghadapi dilema, di satu sisi itu haram, di sisi lain kalau tidak disuntik vaksin jamaah haji kita tidak boleh berangkat,” bebernya.
Jika harus menunggu fatwa baru dari MUI, pihaknya mengaku kerepotan. Ditambah, produsen vaksin tidak bisa menyediakan stok vaksin yang banyak dalam waktu singkat.
Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Wan Alkadri mengatakan, saat ini terdapat tiga produsen vaksin meningitis yang ada di Indonesia. Yakni, Novartis dari Italia, Tian Yuan dari Cina, dan GSK. Novartis dan Tian Yuan sampai saat ini masih dalam proses pendaftaran di BPOM dan juga pengkajian oleh MUI.
Pihaknya tidak yakin keduanya dapat menyelesaikan proses pendaftaran di BPOM dapat selesai dalam waktu dekat. Oleh karena itu, pihaknya memilih vaksin dari GSK.
Lebih lanjut Wan menuturkan, penyuntikan vaksin produksi GSK akan dimulai pada awal Agustus. “Saat ini kita sudah mulai mendistribusikan ke daerah-daerah yang jumlah jamaahnya sedikit,” paparnya.
Dia mengharapkan, proses penyuntikan vaksin akan selesai pada akhir September. Hal itu terkait dengan jadwal pemberangkatan jamaah haji yang dilakukan pada 14 Oktober.
Pada tahun ini, total Kemenkes membutuhkan sebanyak 230 ribu dosis vaksin meningitis. Vaksin-vaksin itu akan disuntikkan kepada 211 ribu calon jamaah haji.
MUI: Vaksin Meningitis Novartis dan Tian Yuan Halal
Jakarta(Pinmas)--Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ichwan Sam, mengatakan, pihaknya pada dua hari lalu sudah mengeluarkan fatwa bahwa hanya dua vaksin meningitis yang halal, yakni vaksin meningitis produksi Novartis dari Italia dan Tian Yuan dari Cina. Sementara, vaksin meningitis produksi Glaxo dari Belgia dinyatakan haram.
"Dua hari yang lalu MUI telah memutuskan bahwa vaksin meningitis yang digunakan untuk jamaah haji yang selama ini haram telah diputuskan dua yang kemudian, yang pertama produksi dari Novartis Italia dan yang kedua produksi Tian Yuan Cina dinyatakan halal dan telah melalui penelitian," kata Ichwan di Kantor Presiden, Senin (19/7).
Ichwan menyampaikan hal itu usai mendampingi pimpinan MUI bersilaturahim dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ichwan mengatakan, fatwa tersebut sebenarnya baru akan diumumkan MUI kepada publik pada Selasa (20/7). Namun, kata dia, Presiden sudah mendapatkan bocoran tentang fatwa itu dan Presiden menyambut baik.
Ichwan menjelaskan, ada tiga perusahaan yang mengajukan produk meningitis. Dari tiga yang diajukan itu, satu produk dari Glaxo asal Belgia dinyatakan haram karena mengandung babi. "Dua dipastikan tidak mengandung babi, yang Glaxo mengandung babi, setelah dilakukan pemeriksaan," kata Ichwan.
Menurut dia, fatwa MUI ini akan mulai dilaksanakan pada pelaksanaan haji 2010 ini. Dia mengetahui bahwa pemerintah sudah memesan vaksin dari Glaxo, tapi vaksin tersebut tetap tidak bisa digunakan karena haram. "Tapi itu bagian daripada cost, tadi Presiden mengatakan, pemerintah tidak menggunakan itu," kata dia.(Rep/ts)
"Dua hari yang lalu MUI telah memutuskan bahwa vaksin meningitis yang digunakan untuk jamaah haji yang selama ini haram telah diputuskan dua yang kemudian, yang pertama produksi dari Novartis Italia dan yang kedua produksi Tian Yuan Cina dinyatakan halal dan telah melalui penelitian," kata Ichwan di Kantor Presiden, Senin (19/7).
Ichwan menyampaikan hal itu usai mendampingi pimpinan MUI bersilaturahim dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ichwan mengatakan, fatwa tersebut sebenarnya baru akan diumumkan MUI kepada publik pada Selasa (20/7). Namun, kata dia, Presiden sudah mendapatkan bocoran tentang fatwa itu dan Presiden menyambut baik.
Ichwan menjelaskan, ada tiga perusahaan yang mengajukan produk meningitis. Dari tiga yang diajukan itu, satu produk dari Glaxo asal Belgia dinyatakan haram karena mengandung babi. "Dua dipastikan tidak mengandung babi, yang Glaxo mengandung babi, setelah dilakukan pemeriksaan," kata Ichwan.
Menurut dia, fatwa MUI ini akan mulai dilaksanakan pada pelaksanaan haji 2010 ini. Dia mengetahui bahwa pemerintah sudah memesan vaksin dari Glaxo, tapi vaksin tersebut tetap tidak bisa digunakan karena haram. "Tapi itu bagian daripada cost, tadi Presiden mengatakan, pemerintah tidak menggunakan itu," kata dia.(Rep/ts)
Minggu, 27 Juni 2010
Menag Himbau Calhaj Bersedia Divaksin Meningitis
Langganan:
Postingan (Atom)


